CASE RECORD
1.1 Data-data klien
Nama : Rika Mayrani
Umur : 18 Tahun
Alamat : JL.Jamin Ginting km 13 Medan
Pekerjaan : Pelajar
Agama :
Islam
Suku Bangsa : Jawa
Pendidikan : SMA
1.2 Data-data Orang Tua Klien
A.Laki-laki
Nama :
Suparmin
Umur :
42 Tahun
Alamat :
JL.Jamin Ginting km 13 Medan
Pekerjaan : Tukang Bangunan
Agama :
Islam
Pendidikan : SMA
Hubungan dengan Klien :hubungan antara Orang Tua dengan Anak yang kurang harmonis
dan kurang terlibat dalam memantau
pergaulan anak.
B.Perempuan
Nama :
Ratih Fatimah
Umur :
40 Tahun
Alamat :
JL.Jamin Ginting km 13 Medan
Pekerjaan : Petani
Agama :
Islam
Pendidikan :SMP
Hubungan dengan Klien : hubungan antara Orang Tua dengan Anak yang kurang harmonis,kurang terjalin interaksi
yang baik.
II.Latar Belakang Keluarga/Masalah
Kondisi Ekonomi Keluarga : Kurang mampu
Jumlah Anggota Keluarga : 6 Orang
Anak keberapa : pertama
Pola Komunikasi dengan Keluarga
: Hanya berkomunikasi saat-saat tertentu,tidak ada kumpul bersama saat makan dan jarang
melakukan aktivitas bersama dalam keluarga.
Hubungan dengan Lingkungan : Tidak bersosialisasi dengan baik
hanya beberapa tetangga saja yang dikenal.
III.Masalah
Berlatar belakang
dari keadaan ekonomi keluarga yang sulit,dan kehidupan pergaulan yang memaksa
untuk mendapat duit sementara keluarga
tidak mampu dalam memberi semua keinginan dari klien seperti memberi
barang-barang mewah dan uang jajan yang berlebih. Klien dengan himpitan ekonomi
ini melihat gaya hidup teman-teman sebayanya merasa perlu mengikuti life
style,gadget,mode pakaian ,ditengah situasi seperti ini maka klien memutuskan
untuk mencari sumber pendapatan lain untuk mendapatkan apa yang ia inginkan
,dengan mengorbankan harga diri dan kesucian,ditambah dengan proteksi keluarga
yang lemah,kurang memperhatikan anaknya dan menanamkan pemahaman agama kepada
anaknya.
Klien yang pada
masa remaja ini masih ingin berteman secara berkelompok dan bberteman dengan
kelompok pergaulan yang salah yang Pada awalnya salah satu teman dalam kelompok
pergaulannya terlihat memiliki barang-barang mewah sementara kondisi keluarga
tidak jauh berbeda dengan kondisi klien,memberi tahu dan memperkenalkan cara mendapat uang dengan
menjadi PSK pelajar maka klien mengikuti jejak temannya ini.
IV. Tahap-tahap Penanganan Masalah
A.Intakc Process
Melalui beberapa
tahap wawancara dengan klien,dan mengamati kehidupan baik lingkungan pergaulan
maupun lingkungan keluarga klien maka dapat diketahui hal-hal berikut:
a.Perasaan Marah
-klien merasa bahwa
dirinya sangat tidak beruntung hidup dalam kondisi ekonomi yang kekurangan,yang
membuatnya tidak dapat memiliki apa yang orang lain bisa dapatkan,merasa hidup
tidak adil,hidup hanya dapat dirasakan menyenangkan oleh orang-orang kaya saja
sementara dirinya tidak dapat memiliki apa-apa.
-Klien merasa
kurang mendapat kasih sayang dan perhatian penuh dari keluarga yang sibuk
dengan mencari uang yang dengan penghasilan hanya cukup untuk membeli kebutuhan
dasar sehari-hari saja,ditambah dengan keadaan keluarga yang kurang harmonis
yang sering terjadi pertengkaran dalam keluarga karena masalah ekonomi.
b.Perasaan bersalah
-klien merasa
sangat berdosa karena pada dasarnya mereka mengetahui apa yang dilakukanya
adalah perbuatan yang tercela yang tidak dibenarkan dalam agama,dalam batin
klien slalu merasa bersalah telah melakukan perbuatan itu.
-Merasa bersalah
pada dirinya sendiri kerap dialami oleh klien,karena menyadari bahwa apa yang
ia lakukan telah salah dan merasa sudah tidak mampu lagi memperbaiki apa yang
telah ia lakukan .klien merasa sudah mengorbankan miliknya yang berharga dan
merasa bahwa dirinya sudah dirugikan atas pekerjaannya selama ini.
-Klien tidak mampu
memenuhi harapan keluarganya yang ingin melihat hidup anaknya jauh lebih baik
dari kondisi kehidupannya saat ini,merasa bahwa dirinya sudah sangat mengecewakan
orang tuanya.
c. perasaan
keterasingan(feeling of isolation)
-menurunya rasa
percaya diri sehingga merasa sungkan dalam bergaul dengan masyarakat,klien
merasa bahwa masyarakat akan menganngap remeh dirinya dan hanya akan mendapat
cemoohan dari masyarakat .
-Klien merasa
masyarakat akan menganggap dan memandang rendah keluarganya karena dianggap
tidak mampu memberi didikan yang baik bagi anaknya.sehingga masyarakat akan
mengucilkan dirinya dan keluarganya juga.
d.perasaan
ketakutan(feeling of fear)
-klien merasa tidak
memiliki potensi apapun yang dapat ia kembangkan baik prestasi dalam sekolah
maupun keterampilan dalam mambantu keluarga untuk memenuhi kebutuhan,takut akan
tetap terjebak dalam situasi keluarga yang susah dan tidak ada kemajuan yang
dialaminya.
e.perasaan depresi
-tekanan dalam diri
klien yang diakibatkan dari rasa marah,rasa bersalah,terasing dan ketakutan
membuat klien akan semakin terpuruk dan
akhirnya bisa mengakibatkan jiwa klien depresi atau stres.merasa bimbang akan
kebutuhan uang dengan perasaan berdosa atau juga perasaan tidak aman akan
statusnya yang sudah menjalani pekerjaan sebaga psk .
-merasa sudah
kehilangan keluarga,karena malu dan bersalah telah mengecewakan
keluarga,sahabat,dan orang-orang yang ia sayangi.
-Merasa sudah tidak
memiliki apa yang berharga dari dirinya,dan menganggap bahwa dirinya sudah
tidak memiliki apa yang dapat ia banggakan sehingga bimbang dalam menjalani
kehidupan kedepanya,akan masa depan yang menantinya dan bimbang apakah mampu
bersosialisasi kembali dengan keluarga dan masyarakat yang ia anggan akan
memandang rendah dirinya.
B.Diagnosa
Ekonomi sulit
membuat klien yang butuh duit karena hidupnya
selalu terhimpit oleh tekanan
hidup,klien yang masih duduk di bangku kelas tiga SMA ini yang masih sangat
labil mental psikologisnya ,diusia semuda ini ,maka klien sangat rentan menjadi
korban pemahaman modernisasi yang salah diartikannya,yang menganggap bahwa
menjadi bagian kehidupan modern adalah dengan mengikuti apapun yang ditawarkan
oleh pasar apalagi sedang trendi saat ini seperti barang-barang mewah seperti
baju,dan gadget.
Klien yang berasal
dari keluarga tidak mampu setiap harinya hanya bisa melihat,menyaksikan ,dan
melihat lagi segala bentuk kemewahan tanpa bisa menikmatinya sebab tidak
memiliki uang ,rasa ingin memiliki itu lalu menyebabkan klien memilih jalan
pintas.kemewahan yang sesaat yang ia dapat dengan mengorbankan harga diri dan
kesucian.
Orang tua
seharusnya mampu membentengi anak dengan proteksi yang kuat dengan membina
komunikasi yang baik dengan anak dan memberi pemahaman agama kepada
anak,sehingga anak tidak dengan mudah terseret arus pergaulan yang tidak benar.
C.Plan of Treatment
1.pengembangan
mengenali potensi klien
Dalam hal ini
dilihat apa potensi yang dimiliki oleh klien yang dapat dikembangkan sehingga
klien tidak kembali ke pekerjaannya selama ini dan dilihat juga bahwa klien masih berada di bangku sekolah maka
diajarkan kepada klien untuk mendapat uang jajan tidak boleh dengan melakukan
perbuatan yg salah dapat juga dengan berjualan makanan atau minuman yg dapat
menghasilkan uang maka kepada klien diajarkan untuk membuat makanan atau
minuman yang dapat klien jual ke masyarakat sekitar untuk menambah uang jajan
dan kebutuhan sekolahnya.
2.menanamkan dan
membentuk kepribadian dan mentalitas dalam diri klien
Membentuk pribadi
klien yang tidak mudah terhasut oleh ajakan teman apalagi yang salah,pandai
memilih dan memilah mana panutan yang baik dan mana yang bukan,mengajarkan
bahwa modernisasi bukanlah harus sepenuhnya diikuti,dan bukan modernisasi yang
berdampak buruk bagi kita yang menjadi tren yang harus diikuti namun
modernisasi kearah pola pikir yang dapat membantu perkembangan sekolah yg patut
ditiru bukan yang merugikan.
3.menghilangkan
hambatan yang ada pada diri klien
Membantu klien
dalam menghilangkan rasa malu dan ragu dalam berinteraksi kembali dalam
lingkungan keluarga dan masyarakat,agar klien merasa dapat diterima oleh
keluarga dan masyarakat.
D.Treatment
-Pendidikan
Memberi
pemahaman-pemahaman yang baik dan mendidik bagi klien sehingga klien mengetahui
apa yang baik dan benar dan akibat yang akan ditimbulkan.
-keterampilan
Memberi pelatihan
dalam pengembangan potensi klien seperti membuat kerajinan tangan atau membuat
makanan dan minuman yang dapat klien gunakan sebagai modal dalam mengembangkan
pendapatannya sehingga klien tidak tergantung lagi dengan pekerjaan lama yang
ia lakukan.
-kerohanian
Mengajak klien
untuk mengikuti kegiatan agama untuk
memahami agama karna dalam ajaran agama klien juga akan diajarkan tentang
batasan-batasan mana yang baik dan salah,dengan mendekatkan diri dengan
kegiatan agama maka klien akan merasa jauh lebih tenang dan merasa banyak
solusi yang baik bagi masalahnya,tidak tertekan selalu dengan masalahnya.
E.Follow Up
Memantau terus perkembangan
klien,sehingga dapat diketahui apa saja kendala dan hambatan yang dialami oleh
klien dalam mengatasi masalahnya,dan dapat dibantu bagaimana mengatasi
hambatan-hambatan yang dialami klien.
F. Terminasi
Tahap ini adalah
tahap terakhir yaitu memutuskan hubungan dengan klien sehingga klien sudah
mandiri dan mampu dalam mengatasi masalahnya sendiri dan tidak terus bergantung
.